Basic (Univariate – Analisis Satu Variabel)

  1. Struktur Data
  2. Pengantar Pemakaian Stata 8.0
  3. Ukuran Statistik /Ringkasan Statistik
  4. Penyajian Tabel (Basic Table dan Custom Table)
  5. Penyajian Grafik /Analisis Trend
  6. Pengujian Distribusi Data
  7. Uji T Test

Pengantar

Kursus ini bertujuan memberikan materi terkait teknik-teknik komputasi statistik. Berbagai pengujian yang ada akan dikenalkan. Metode pembelajaran berbasis kasus menjadikan setiap peserta terampil menyelesaikan permasalahan kasus nyata.

Pengenalan program Stata, menjadikan proses komputasi menjadi lebih mudah. Berbagai teknik yang kompleks dapat secara mudah diselesaikan oleh program tersebut. Pengenalan data dengan struktur data yang sesuai dengan type data akan menjadi dasar dalam meringkas, menyajikan dan menginterpretasikan hasil. Output kursus ini adalah dapat menjadikan praktisi statistika yang memiliki dasar pengolahan data yang baik dengan pemrograman Stata.

Salam

Penulis

Salam Sukses bagi Pembelajar

Mendukung Program Penciptaan Lapangan Pekerjaan oleh Pemerintah. Bagaimana cara mendapatan rizky dari kegiatan yang dilakukan oleh orang lain, dan tidak merugikannya malah membuat orang lain lebih baik?

Pertanyaan itu adalah penting bagi anda yang saat ini merasa nyaman sebagai pegawai/pekerja. Mereka yang menjadi pegawai /pekerja sudah tentu kehabisan waktu untuk kegiatan utama mereka di kantor atau di tempat kerja. Banyak orang berpendapat bahwa bagimana saya dapat menjadi investor wong untuk makan sehari-hari saja hanya cukup.

Satu tips yang saya juga menjalankannya …seorang pegawai dengan status jelas tentu di percaya untuk berhutang…betul tidak? .. nah dengan cara itu anda mendapat dana cash.. ingat dana cash bukan untuk konsumtif.. tetapi di investasikan kepada pihak lain. Alasannya sederhana karena kita tidak punya kemampuan berusaha /bisnis dan tidak punya waktu ..

Dengan pemilihan jenis usaha yang ada di sekitar kita tentu profit usaha akan langsung anda peroleh. Bagaimana ciri-ciri bisnis yang sehat dan prospek apabila ita berikan suntikan dana?

1. Lihat jenis usaha yang ingin anda investaskan
2. Status Lokasi untuk usaha (kontrak atau milik sendiri)
3. Usia jalan nya usaha.
4. Bagaimana pengelolaannya.
5. Bagaimana laporan keuangannya.
6. Siapa orang-2 yang menjadi relasinya, dan pastikan prosesnya.

Seseorang pengusaha biasanya ingin maju dan tidak ingin beresiko, mereka aan menawarkan kerjasama dalam bentuk investasi dengan bagi profit yang diukur berdasar pendapatan usaha seseorang (waktu nya terbatas). Nah di sanalah tempat tempat anda dapat memilih investasi.

Dibandingan memiliki usaha sendiri bagi seseorang yang tidak teguh dan mantap bahwa usaha yang dijalankan sendiri akan maju, maka pilihan bagi profit lebih baik anda pilih….saya memiliki pengalaman percetakan 3 tahun lamanya saya tidak untung, malah harus siap mensubsidi apabila usaha rugi.. apakah anda mau mengalami seperti saya? setelah tahun ke 3 baru saya merasakan bahwa usaha tersebut meningkat secara baik dan saat ini sudah bisa memberi saya hasil seperti Gaji PNS Golongan IIIa (S1). Dengan hanya melihat prosesnya sebab sudah ada tenaga-2 ahli yang menanganinya.

Jangan lupa risiko investasi tetap ada, tetapi dengan melihat secara lebih jelas siapa yang anda beri investasi akan dapat memberi anda data yang lebih akurat mengenai profil mereka…

Siapa yang memberi sesuatu maka ia akan di beri juga. Jangan berharap memperoleh sesuatu dari orang lain tetapi berilah orang lain kemudahan maka kemudahan juga akan anda dapatkan..

Demikian tulisan motivasi ini semoga menjadi bahan renungan bagi anda yang saat ini masih nyaman dengan status pegawai dan merasakan kehidupan yang serba “ngepas”..

Wassalam

Ki Hariyadi-Investor Pemula

Membaca kasus Regresi Linier Berganda

Tabel 1. Model Regresi Linier Berganda Tenaga & Sarana Pelayanan Kesehatan terhadap Pengeluaran Kesehatan Katastrofik.

Faktor

2001

2004

b (95% CI b)

p

b (95% CI b)

p

Rasio

Dokter Umum

-0,19 (-0.41 – -0,02)

0,08

0,03 (-0,18 – 0,25)

0,75

Rasio

Dokter Spesialis

-0,46 (-1,14 – -0,03)

0,11

0,82 (0,36 – 1,28)

0,00

Rasio

Rumah Sakit

1,56 (-1,12 – 4,25)

0,24

-0,94 (-3,71 – 1,84)

0,49

Konstanta

6,33 (4,12 – 8,54)

0,00

3,26 (1,31 – 5,22)

0,00

F Hitung

1,60

5,73

Probabilitas (F)

0,220

0,004

R2

0,19

0,41

Rata-rata FIV

1,17

1,41

Durbin Watson (DW)

1,64

1,53

N

24

29

Sumber : Pengolahan Data Modul Susenas

Pengolahan Data Registrasi Ditjen YanMedik, Depkes RI

Interpretasi hasil tabel

Tahun 2001

Dari hasil di atas model regresi tahun 2001 dengan nilai R-kuadrat 0,19 dan p=0,22 artinya bahwa secara bersama-sama faktor-faktor yang ada memberikan penjelasan terhadap kejadian katastrofik pengeluaran kesehatan (variansi dependen) sebesar 19%, nilai p >0,05 memberikan arti model regresi tidak tepat. Secara statistik memberikan rekomendasi model linier tidak dapat di pakai untuk data tahun 2001. Dengan kata lain seluruh variabel independen tidak dapat menjelaskan secara linier variansi variabel dependen.

Tahun 2004

Dari hasil di atas model regresi tahun 2004 dengan nilai R-kuadrat 0,41 dan p=0,004 artinya bahwa secara bersama-sama faktor-faktor yang ada memberikan penjelasan terhadap kejadian pengeluaran kesehatan katastrofik (variansi dependen) sebesar 41%, nilai p <0,05 memberikan arti model regresi tepat (cocok). Secara statistik memberi rekomendasi model linier dapat di pakai untuk data tahun 2004. Dengan kata lain seluruh variabel independen dapat menjelaskan secara linier variansi variabel dependen sebesar 41%. Terbukti rasio spesialis sebagai faktor yang memberikan pengaruh terhadap dependen variabel (p<0,05), sedang kan dua variabel yang lainnya tidak terbukti memberikan pengaruh secara nyata.

Interpretasi lainnya adalah setiap kenaikan 1 dokter spesialis akan meningkatkan ejadian katastrofik sebesar 0,82%, atau jika setiap kenaikan 10 dokter spesialis akan meningkatkan pengeluaran kesehatan katastrofik di RT sebesar 8,2%..

Demikian contoh cara membaca tabel analisis regresi berganda..Semoga bermanfaat..

Wassalam

Kihariyadi, Statistisi -Sleman, Jogja

Katastrofik Pengeluaran

Hari ini saya dapat duit 200 ribu… pengeluaran hari ini hampir 200 ribu … besok cari dapat mungkin 100 ribu.. pengeluaran tetap 200 ribu.. besok lagi kerja dapat 50 ribu … eh pengeluaran tetap 200 ribu.

Gambaran di atas adalah salah satu cara untuk menggambaran kejadian katastrofik pengeluaran (ekonomi).. Katastrofik pengeluaran memiliki pengertian adalah masalah besar/bencana yang disebabkan karena adanya pengeluaran (keluar duit). Dalam ekonomi katastrofik adalah pengeluaran yang melebihi ambang batas nilai tertentu, sehingga menyebabkan ekonomi keluarga terganggu..karena pengeluaran yang terlampau besar

Katastrofik tidak selalu identik dengan pengeluaran yang besar tetapi lebih tepat adalah proporsi terhadap pendapatan… Pengeluaran besar tetapi income juga besar tidak akan membuat katastrofik.., namun sebaliknya pengeluaran rendah, tetapi karena income lebih rendah maka kejadian katastrofik justru terjadi..

Demikian untuk pembuka tulisan saya ini. Akan saya lanjutkan mengenai dapat duit 200 ribu .

Salam
Ki Hariyadi
Statistisi tinggal di Sleman, Yogya

Next Page »