Salam bagi pembelajar Statistik…

Sharing pengalaman untuk anda.

Sangat banyak tawaran yang masuk kepada saya. Tawaran apa? Tawaran support untuk pengolahan data dan interpretasi hasil. Mungkin banyak sekali alumnus dari bidang statistik yang tidak mendapat tempat di berbagai bidang dengan latar belakang ilmunya. Mereka banyak bekerja dengan tidak memakai secara full kemampuan ilmu statistiknya, namun banyak memakai latar belakang kemampuan yang lain.

Nah yang jadi pertanyaan …sebenarnya di mana tempat pada statistisi kita saat ini? pertanyaan ini sudah lama saya tanyakan  juga kepada kakak-kakak angkatan, kepada para profesional statistik dan banyak lagi yang saya tanyakan .. dan jawabannya.. “Statistisi sangat di butuhkan di semua bidang kehidupan. Seluruh bidang sangat membutuhkan profesi statistisi”.

Nah bagaimana kalau anda mendapat jawaban tersebut? apakah anda akan merasa tersanjung atau justru tambah bingung..Awalnya saya bangga, kemudian dalam proses pencarian saya mendapatan banyak hal yang ternyata statistik itu banyak di butuhkan tetapi tida semua yang membutuhkan tersebut mau membayarnya. Kenapa? Karena statistik yang ada memang harus di kemas menjadi produk-produk yang di mata konsumen (terdidik) akan diberikan tempat dan penghargaan.

Sebagai pengalaman saya butuh waktu untuk dapat merubah “main set/ Pola pikir” terhadap statistik selama hampir 13 Tahun (sejak 1996 /semester 5 sampai sekarang 2009) saya baru memiliki pendapat bahwa “Statistik bukan segalanya, statistik hanya alat bantu, yang utama adalah pola pikir bagaimana alat tersebut dapat menyelesaikan masalah kehidupan”. Jadi jangan salahkan statistik apabila dari sana kita tidak selalu mendapat jaminan apakah hidup kita akan makmur atau tidak.  artinya dengan tambahan bidang lain statistik baru memberi arti, contoh : setelah mendalami bidang Public Health, statistik baru terasa manfaatnya.

Tawaran setiap lembaga riset, perusahan konsultan, atau perusahaan besar lain untuk statistisi adalah berdasar lama statistisi tersebut sudah mendalami bidang ilmu tertentu, semakin lama semakin banyak tawaran yang masuk.. tinggal bagaimana kita mengatur jadwal dan perhatian kita.

Saran saya untuk anda statistisi muda, implementasi ilmu statistik anda dengan kasus-kasus nyata. Jadi kan kasus tersebut sebagai sarana kuliah spesialis kita (profesi  statistisi)… dengan berbekal masalah dari client-client kita akan memberikan tambahan ilmu yang luar biasa untuk kemajuan kita, artinya rizky dan ilmu akan segera kita peroleh apabila sudah memiliki “jam terbang” istilah pilot, yang tinggi.

Demikian sharing saya semoga bermanfaat dapat memberi semangat untuk calon statistisi -statistisi muda Indonesia. Hidup hanya 1 kali, dengan belajar statistik yang merupakan Ilmu Ilahi akan mendekatkan kita kapada Sang Kholiq…jangan lupakan sumber ilmu tersebut setelah anda memiliki kemampuan hebat…karena itu baru setetes air dari pemili ilmu tersebut.

Tunggu saatnya anda merasa bahwa ilmu akan memberi anda merasa besar, merasa bermakna, bukan dengan banyaknya harta tetapi keberkahan dari ilmu tersebut dalam bentuk ketenangan yang anda semua akan rasakan. Jadilah pembantu bagi Orang yang berilmu, maka anda akan mendapatkan ilmunya “sumber Profesor Statistika UGM”

Wassalam

Ki Hariyadi

Statistisi tinggal di Sleman, Jogjakarta
18 Juni 2009