Membaca Blog Ngobrol Statistik membuat saya tertarik untuk memberikan tambahan dan komentar mengenai tulisan dari sumber asli bloggernya (ya maaf di sana tidak saya temukan nama penulisnya):

Ada dua metode statistik untuk menganalisa data. Pertama adalah metode pemaparan (descriptive statistics) yaitu metode statistik yang hanya mempelajari bagaimana cara mengolah, menganalisa dan menyajikan data tanpa ada penarikan kesimpulan untuk memprediksi kondisi secara umum.

Metode statistik deskriptif mencakup bagaimana menggambarkan karakteristik suatu data dari sisi (i) pemusatannya / central tendency, (ii) penyebarannya / variability, (iii) pengelompokannya / classify dan (iv) menyajikannya dalam bentuk gambar / graphic maupun tabulasi data / tabulation.

Kedua adalah metode pengambilan kesimpulan (inferential statistics). Metode statistik inferensia digunakan untuk mengetahui kondisi (karakteristik) dari suatu populasi data dengan menganalisa kondisi suatu sampel yang diambil.

Metode statistik inferensial mencakup (i) bagaimana cara mengambil sampel yang tepat sehingga dapat mewakili populasi, (ii) menarik kesimpulan dari data sampel untuk menggambarkan populasi secara keseluruhan, dan (iii) mengukur penyimpangannya. (sumber: http://ngobrolstatistik.wordpress.com)

Tanggapan:

(1). Statitik Deskriptif juga dapat untuk membuat kesimpulan, dengan catatan data yang dipakai adalah data Populasi atau data observasi dari sampel tetapi di peroleh dengan studi kohort. Ringkasan Deskriptif dapat di pakai untuk hipotesis awal terhadap rencana inferensi peneliti.

(2) Statistik Inferensial merupakan pekerjaan utama dari peneliti yang dapat di support oleh Statistisi. Inferensi=Meramalkan, artinya akan memerlukan proses ilmiah berupa pembuktian ramalan/hipotesisnya.  Kesimpulan yang dihasilkan oleh sampel yang representatif tentu akan memberikan dugaan yang tepat, tetapi apabila sampel yang di ambil tidak representatif tentu kesalahan estimasi menjadi informasi penting dalam kesimpulan statistik.

Harapan dan Saran : Mempelajari Statistik kurang Afdhol apabila tidak di coba dengan kasus-kasus ilmiah yang ada. Artinya dengan mencoba kasus-kasus yang ada maka alat dan teori akan dapat secara membumi kita pakai untuk menyelesaikan masalah tersebut..

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam